Tuesday, 20 December 2016

HIDUP DALAM ZONA KASIH SAYANG TUHAN

Shallom, gak terasa udah di penghujung tahun 2016, apa kabar sobat? pernah mengalami stress? pernah mengalami yang namanya galau? takut? seakan kita diintimidasi oleh pikiran2 tersebut apabila kita berbuat sesuatu yang tidak semestinya, atau merespon hal-hal yang ada diluar kita yang tidak kita inginkan. Ya, setiap orang kadang bahkan ada yang seringkali merasa seperti itu.

ini yang dinamakan reaksi terhadap bahaya, kalau nama kerennya respon of danger reaction, istilah psikologinya kira2 begitu :😄 hahahaha... bahwa otak merespon kabar dari luar yang diterima oleh telinga dan menyampaikannya pada organ2 tubuh kita, sehingga membuat kita merasa seakan2 terancam / dalam keadaan bahaya.  

well, sekarang kita baca dalam Yohanes 5:1-11


5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Pasal ini menceritakan bahwa ada seorang yang sakit yang lemah tubuh tidak dapat berjalan selama bertahun-tahun, dia setia untuk menunggu seseorang untuk membawanya ke dalam kolam Bethesda yang notabene adalah kolam mujizat, dimana tiap-tiap hari terjadi mujizat kesembuhan pada saat gelmombang muncul dikolam tersebut. Orang-orang di sekitar tempat tersebut percaya bahwa pada saat kolam muncul gelombang atau ombak kecil, malaikat Tuhan lah yang melakukannya dan seketika itu juga mereka disembuhkan. Tapi pada saat itu lewatlah Yesus ditempat tersebut melihat orang lumpuh tersebut dan berkata "maukah engkau sembuh?" dalam terjemahan aslinya Tuhan Yesus berkata  "Wilt thou be made whole?" Whole dalam terjemahan kamus bahasa Indonesia berati utuh, tidak cacat dan tidak bercela, murni dan sempurna, sedangkan Whole dalam bahasa Yunani adalah Topos (ruang kendalli).Dengan kata lain, menurut uman saya Tuhan Yesus berkata, maukah kamu agar aku masuk dalam ruang kendali mu supaya engkau menjadi utuh/ menjadi sempurna. 

kembali ke topik awal, kadangkala kita merasa stress, depresi terhadap hal-hal yang kita dengar dari luar, secara kedokteran hal ini adalah wajar apabila kita merasakan hal tersebut sebagai suatu respon syaraf2 kita. Tetapi kita diciptakan bukan untuk khawatir, takut, karena semua itu bukan berasal dari Bapa, kita diciptakan dalam Zona kasih sayang Tuhan, bahkan karena kemurahan Tuhan kita diangkat menjadi anak-anakNya kita dalam proteksiNya sempurna, bahkan hal-hal yang berasal dari luar zona kasih sayang Tuhan tidak dapat memisahkan kita dari kasihNya yang begitu besar.  

Saya tertarik saat sahabat saya memposting dalam salah satu media sosial yang menceritakan bahwa ada seorang anak raja memakai pakaian semaunya yang dilihat orang tidak pantas dikenakan oleh anak raja, namun pegawai kerajaan tetap menghormatinya sebagai anak raja, sehingga anak tersebut sadar bahwa ia adalah anak raja, ia mengubah gaya hidupnya, ia mengubah penampilannya dan perilakunya selayaknya anak raja. Begitu pula kita, 

Jadi biarlah kita membuka ruang kendali kita (membuka hati kita) dan biarlah Tuhan yang mengambil alih hidup kita membuat kita menjadi pribadi yang disempurnakan karena kasihNya, menjadi kita sadar akan posisi kita sebagai anak raja. Jadi mengapa harus stress, mengapa harus galau ? kamu adalah anak raja, hidupmu ditanggung oleh Tuhan Yesus, yang berkuasa di Sorga dan di Bumi.. Kita diciptakan untuk hidup dalam Zona Kasih sayang Tuhan.... Shallom bagimu 😄😄