Friday, 4 December 2015

KESALAH PAHAMAN NO 2: PENGKHOTBAH HYPER-GRACE MENENTANG PENGAKUAN DOSA

"Pengkhotbah 'hyper-grace' bilang adalah salah mengaku dosa. Mereka bilang pengakuan adalah bentuk ketidakpercayaan." 
 
Sesungguhnya, setiap pengkhotbah 'hyper-grace' percaya pada kuasa pengakuan. Kami mengatakan hal-hal seperti, "Pengakuan itu baik bagi anda," atau "Pengakuan itu menyehatkan." 
 
Tapi apa itu pengakuan?
Seperti halnya kata 'pertobatan', kata 'pengakuan' sudah dirusak dalam mesin agamawi bikinan manusia. Bukannya membawa kesembuhan bagi yang terluka dan kehidupan bagi yang mati, pengakuan dianggap sebagai 'bea masuk' ke dalam rumah kasih karunia. "Kamu ingin bersih? Bertobat dululah kamu hai pendosa menyedihkan! Beritahu Allah rahasia-rahasia kotormu."
 
Tapi itu bukanlah pengakuan.
Secara harfiah, mengaku berarti setuju/sepakat dengan, atau mengatakan hal yang sama dengan pihak lain. Pengakuan yang sehat adalah sepakat dengan Allah. Pengakuan adalah mem-verbal-kan (memperkatakan) iman terhadap kebaikan-Nya dan mengakui ketergantungan anda terhadap Dia (Roma 10:9-10). Sama dengan mengatakan, "Tuhan, aku percaya Engkau setia dan benar dan akan melakukan semua yang telah Kau janjikan."

Namun ada orang-orang yang memiliki definisi berbeda mengenai pengakuan. Mereka sangka pengakuan adalah sesuatu yang harus anda lakukan untuk membuat diri anda bersih, benar dan diampuni. "Aku harus memeriksa semua dosaku supaya menerima pengampunan."
Ini pekerjaan sia-sia. Mengaku-supaya-diampuni ibarat mencuci dengan air kotor. Tak peduli seberapa keras anda menggosok, anda tak akan bisa membuat diri anda bersih.
Pengakuan tanpa iman menaruh fokus kepada anda dan apa yang telah anda lakukan, tapi pengakuan yang didasari iman menaruh fokus kepada Kristus dan apa yang telah Dia lakukan untuk anda.

Apakah ini artinya anda tak perlu lagi mengaku, atau apakah pengakuan dosa itu salah? Bukan begitu.
Pengakuan yang alkitabiah baik buat anda, karena menolong anda untuk berjalan dalam kasih karunia yang Allah telah sediakan.
Steve McVey menulis :
 
Apakah ada tempat dalam kehidupan Kristen bagi pengakuan? Ya, jika pengakuan berarti mengakui kebodohan tidak menaati Bapa dan memuji Dia karena kita TELAH diampuni dan diterima oleh-Nya.
Salah satu penjelasan yang paling jelas mengenai pengakuan datang dari Max Lucado :
Pengakuan bukanlah mengungkapkan keluhan. Jika saya hanya mengungkapkan keluhan saya dan mengungkit-ungkit segala kesusahan saya, itu namanya merengek ... Pengakuan jauh melebihi itu. Pengakuan adalah ketergantungan yang radikal terhadap kasih karunia. Sebuah proklamasi kepercayaan kita terhadap kebaikan Allah. "Apa yang kulakukan memang buruk," kita mengakui, "tapi kasih karunia-Mu jauh lebih besar dari dosaku, aku mengakui itu." Jika pemahaman kita mengenai kasih karunia 'sempit', maka pengakuan kita juga 'sempit' : ogah-ogahan, ragu-ragu, banyak batasan dan syarat, penuh ketakutan akan penghukuman. Sebaliknya, pemahaman yang luas dan dalam akan menghasilkan pengakuan yang jujur.

Kita bertobat dan mengaku bukan supaya Allah mengampuni kita. Kita bertobat dan mengaku KARENA Allah SUDAH mengampuni kita. Pertobatan dan pengakuan anda tidak mengubah Allah, tapi itu pasti mengubah anda. Pengakuan akan menolong anda menerima kasih karunia Allah yang mengubahkan hidup. Seperti dikatakan Clark Whitten, "Pengakuan adalah untuk kesembuhanku, bukan untuk mendapat pengampunan Allah."

Orang-orang yang tidak memahami hal ini akan menyebutkan 1 Yohanes 1:9 yang tampaknya mengatakan pengampunan Allah tergantung kepada pengakuan dosa kita. Ayat ini telah demikian banyak disalahpahami sehingga disebut-sebut di hampir semua buku mengenai kasih karunia.
Memparafrasekan ungkapan Andrew Farley, Yohanes tidak mungkin bermaksud mengatakan Allah mengampuni kita sesuai dengan pengakuan kita, karena beberapa ayat kemudian ia mengatakan kita diampuni dalam nama Yesus. (Lebih jauh dibahas Bagian C)

Saat anda berdosa, tidak perlu iman untuk menghukum diri dan bersepakat dengan si pendakwa yang menyebut anda pendosa. Tapi diperlukan iman untuk memandang salib dan berkata, "Terimakasih, Yesus, karena telah menanggung semua dosaku." Dibutuhkan iman untuk memuji Bapa karena kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah yang jauh lebih besar dari segala pelanggaran anda. Dan dibutuhkan iman untuk bersepakat dengan Roh Kudus yang mengatakan -tak peduli apa yang anda lakukan- anda tetaplah orang benar, diterima dan dikenan Allah.

diambil dari : Paul Ellis : Hyper-grace Gospel 

Tambahan  :
1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

menurut kamus Bahasa Indonesia : 
membenarkan (tuduhan dsb terhadap dirinya) 
dalam hal ini apabila seseorang melakukan dosa, orang itu membenarkan telah melakukan dosa.

Apakah menurut sobat -mengaku dosa- dan -minta ampun dosa- adalah hal sama? saya rasa tidak, mengaku dosa menurut saya adalah suatu tindakan karena telah menerima pembenaran, sedangkan minta ampun dosa kita belum tentu diberi ampun oleh orang yang telah kita langgar ketetapannya. 
itu menurut saya :) sebagaimana dalam 1 Yohanes 1 : 9 disebutkan di atas

karena dosa-dosa kita telah diampuni, baik dosa lalu, sekarang dan yang akan datang. Diamana dasar dari pernyataan tersebut? sobat bisa membaca dalam Ibrani 9:12 terjemahan aslinya tertulis :

Hebrew 9:12 Neither by the blood of goats and calves, but by His own blood He entered in once into the holy place, having obtained eternal redemption for us.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia : 
dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat penebusan yang kekal.
entah kenapa dalam TIB diartikan dengan kelepasan yang kekal

Bahwa Yesus mati di Golgota, membawa darahNya sendiri masuk kedalam Tempat maha Kudus dimana Bapa berada supaya kita pun, melalui darah Yesus beroleh perkenanan Bapa masuk ke dalam ruang maha kudusNya tanpa melihat dosa-dosa kita tetapi Bapa melihat persembahan korban Yesus yang berkenan bagiNya yang kudus tidak bercacat cela, dan persembahan ini tidak berlaku 1 kali untuk setiap tahun seperti yang dilakukan imam-imam tetapi sebagai penebusan 1 kali untuk selama-lamanya. Haleluyah !!!

Biarlah kita tidak didakwa lagi oleh iblis, bahkan tidak didakwa lagi oleh diri kita sendiri bahwa kita tidak layak dihadapan Bapa, tetapi oleh Yesus Kristus kita telah dilayakkan bahkan kita telah diangkat menjadi anakNya. supaya jangan lagi kamu didakwa oleh dosa-dosamu karena segala dosa-dosamu telah diampuni. Terima kasih Yesus.