Monday, 4 April 2016

Apakah Tuhan di Perjanjian Lama dan Tuhan di Perjanjian Baru berbeda sifat?


Shallom sobat,
langsung aja yess.....Saya pernah membaca pendapat dalam salah satu komentar di media sosial, dimana mereka menganggap bahwa dalam injil kasih karunia, mereka beranggapan bahwa sifat Bapa berbeda sekali dengan perjanjian baru. Menurut alasan mereka Bapa atau Tuhan dalam perjanjian lama adalah Tuhan yang tegas dan tidak pandang bulu bagi mereka yang membelot akan dimusnahkan. sedangkan dalam perjanjian Baru Allah / Bapa dalam Yesus Kristus adalah Bapa / Tuhan yang penuh kasih.

Mari kita selidiki hal ini, :D hehehe, Kita percaya bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah berubah, dulu, sekarang, dan selamanya. Dalam Mazmur 106:1 ada tertulis : "Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.". Daud mengenal Bapa, Tuhannya adalah Allah yang dengan penuh Kesetiaan dan kasihNya tidak berkesudahan, Daud yakin dengan Iman bahwa Tuhan selalu besertanya, meskipun pernah Daud jatuh ke dalam dosa,

Bahkan Abraham yang sempat kawin dengan budaknya untuk mendapat keturunan karena Abraham tidak yakin bahwa ia akan mendapat keturunan meskipun sudah dijanjikan Allah untuk mendapat banyak keturunan. Tetapi sekalipun Allah tetap menyatakan dan menepati apa yang telah di firmankanNya. 

Hal ini membuktikan Allah yang kita sembah adalah  Allah yang penuh kasih dan setiaNya kekal sampai selama-lamanya. Nah bagaimana di perjanjian Baru ?

Banyak orang yang berpandangan negatif terhadap Injil Kasih Karunia berpendapat bahwa pengabar injil kasih karunia berpendapat bahwa Allah di PL lebih tegas dan tanpa kompromi sedangkan Allah yang dalam Yesus di PB adalah Allah yang memperbolehkan umatnya untuk berkompromi dengan dosa.

well, saya berpendapat Bapa / Tuhan adalah pribadi yang tidak pernah berubah disuatu sisi Bapa merupakan pribadi yang tegas dan memiliki kasih yang begiiiiiiitttuuuuuuu besaar (Yoh 3:16). Dalam ketegasan Bapa yang tidak kompromi atas dosa dan tidak mau manusia mengalami maut atas dosanya, maka Bapa sendiri menjadi manusia demi membatalkan / menggenapi hukumNya (taurat) agar Yesus yang tidak mengenal dosa menjadi berdosa karena pelanggaran manusia. (Rom 5:18-19).

Kemarin kita merayakan Paskah, kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Orang kristen percaya bahwa Yesus telah menebus kita, dan yang saya ingin tanyakan sekarang, apakah anda yakin bahwa Yesus menebus dosa saudara? dosa yang mana? padahal Yesus disalib jauh sebelum anda lahir.... hehehe. Saya mencoba menjawab sendiri pertanyaan tersebut karena saya yakin oleh darahNya, saya telah ditebus telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya (Ibrani 10:10) Pengorbanannya begitu sempurna dan saya percaya dosa saya yang dahulu, yang sekarang, dan yang akan datang telah ditebus oleh karya salib Kristus. Dalam Ibrani 9:12 "dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal." tetapi dalam terjemahan aslinya (King James Version) : "12 Neither by the blood of goats and calves, but by his own blood he entered in once into the holy place, having obtained eternal redemption for us."

Eternal Redemption meaning = penebusan kekal, penebusan kekal berarti = penebusan yang bersifat sampai selama-lamanya, penebusan kekal berarti dosa saudara dan saya telah ditebus, baik dosa yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang... Haleluyah!!! 

Dalam perjanjian Lama dikatakan bahwa Abraham mengambil budaknya dan kawin dengan budaknya tetapi Bapa tetap berkehendak memilih Abraham sebagai bapak orang percaya, sedangkan Ba[a telah memilih Daud sebagai orang pilihanNya, padahal Daud telah mengingini istri orang lain.  

Jadi bagaimanakah kita dapat berkata Bapa dalam PL adalah Bapa yang kadang baik dan kadang tidak :p.... karena bahwasanya untuk selama-lamanya kasih Bapa begitu besar kepada kita sehingga Ia rela menanggung kutuk, menanggung dosa agar pada saat Dia bangkit kita menang atas dosa-dosa kita.