Pintu Sesak atau Pintu Luas ??

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”(Lukas 13:24)

Banyak orang yang percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi. Mereka juga percaya bahwa Ia dapat melakukan mujizat-mujizat. Namun sangat sedikit dari mereka yang berbalik dan bertobat. Mereka sudah puas dengan keadaan mereka. Namun Yesus berkata,

“Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Lukas 13:5).
Kata Yunani yang diterjemahkan “bertobat” di sini berarti memiliki pikiran baru. Ini berarti dipertobatkan. Dan Kristus menjelaskan kepada mereka bahwa mereka harus mengalami itu atau mereka “semua akan binasa atas cara demikian.” Hal itu mengejutkan mereka. Mereka berpikir bahwa mereka sudah cukup baik dengan cara hidup mereka.

Kristus pergi ke Yerusalem. Seseorang memperhatikan bahwa hanya sedikit orang yang benar-benar mengikut Dia. Orang ini berkata kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Yesus tidak menjawab pertanyaan orang itu. Sebaliknya Kristus langsung berbicara kepadanya. Ia berkata kepada orang itu.

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24).
Ia berkata kepada orang itu bahwa ia harus “berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak.” Apa artinya itu? Apa yang Kristus katakan untuk Anda lakukan? Anda harus memahami tiga kata dalam ayat ini.
I. Pertama, dua kata “pintu sesak.”

Yesus berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.” Kata Yunani yang diterjemahkan “sesak” di sini adalah “stĕnŏs.” Ini berarti ”sempit” (Strong). Kata Yunani yang diterjemahkan “pintu” di sini adalah “pulē.” Kata ini berarti “gerbang… pintu masuk” (Strong). Jadi, Yesus berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.” Kata-kata yang sama dengan ini digunakan oleh Yesus dalam Matius 7:
“Masuklah melalui pintu [pintu masuk] yang sesak [sempit] itu… karena sesaklah [sempitlah] pintu [pintu masuk]… dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:13, 14).

“Pintu masuk yang sempit” memimpin “kepada kehidupan” (Matius 7:14). “Melalui pintu yang sesak [sempit] berarti Kristus sendiri; juga yang menyebut diri-Nya sendiri pintu…ya, ia adalah pintu menuju sorga”
Yesus berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak [sempit] itu.” Itu adalah berjuang masuk ke dalam Kristus. Mengapa Kristus menyebutnya “pintu masuk yang sempit?” Karena Kristus adalah satu-satunya gerbang menuju kepada keselamatan. Orang-orang di dunia ini sering berkata, “Anda orang-orang Kristen begitu sempit. Mengapa orang tidak dapat diselamatkan dengan cara yang lain? Mengapa kamu berkata bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan?” Jawaban kita adalah Kristus sendiri berkata bahwa Ia adalah “pintu sesak [sempit].” Ia berkata,

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”  (Yohanes 14:6).

Kristus adalah jalan yang benar kepada hidup kekal… Kristus adalah satu-satunya jalan akses kepada Bapa; tidak ada yang datang kepada Allah… tanpa perantara, dan satu-satunya perantara antara Allah dan manusia adalah Kristus.
Alkitab berkata,

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia” (I Timotius 2:5-6).
Allah “menganugerahkan Anak-Nya yang tunggal” (Yohanes 3:16) untuk mati di kayu Salib, dan mencurahkan darah-Nya, sehingga manusia dapat “ditebus” dari dosa dan kematian. Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk dibunuh dan mati di kayu Salib,untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yohanes 3:17).

Bukan pemimpin atau pengajar agama lain yang adalah “Anak tunggal Allah.” Bukan pemimpin atau pengajar agama lain yang adalah “satu-satunya perantara antara Allah dan manusia.” “Manusia Kristus Yesus” adalah satu-satunya yang
“memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib”
      (I Petrus 2:24).

Itulah sebabnya mengapa Rasul Petrus berkata,
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Rasul 4:12).

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak [sempit] itu!” (Lukas 13:24).
Yesus adalah pintu sempit itu. Kristus adalah pintu sempit kepada keselamatan. Anda harus datang kepada Dia, karena hanya Ia yang dapat menyelamatkan Anda.

II. Kedua, kata “berjuang.”

Yesus berkata,
“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
      (Lukas 13:24).
Kata “berjuang” [atau “strive” dalam bahasa Inggris] datang dari kata Yunani “agōnizomai.” Kata ini berarti “bekerja dengan penuh semangat… berjuang” (Vine), “bersusah payah” (Strong). Kata ”agon”[dalam bahasa Inggris] atau “menderita” datang dari kata “Agōnizomai” ini. Kata ini berarti “berusaha, gelisah, konflik” (Strong). Ketika Yesus berkata “berjuanglah untuk masuk,” Ia bermaksud untuk mengatakan bahwa Anda harus berjuang untuk masuk, bersusah payah untuk masuk, dengan “berusaha, gelisah dan konflik.” Dari kata Yunani yang digunakan ini, Lukas menggambarkan penderitaan Kristus di Taman Getsemani, pada malam sebelum Ia disalibkan.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Yesus telah mengalam ketakutan atau penderitaan yang luar biasa, berjuang di dalam doa, atau Dia seharusnya bisa mati di sana di Taman itu di bawah beban dosa Anda. Jika Anak Allah mengalami penderitaan konflik dan berjuang untuk menyelamatkan Anda, bukankah logis dan Alkitabiah bila Anda harus melalui cara yang sama “untuk masuk melalui pintu yang sesak itu”? Itulah sebabnya mengapa Kristus berkata, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.”

Para pengkhotbah Prostestan tersohor dari masa lalu semuanya melalui “perjuangan” yang berat ketika mereka bertobat. Luther ada dalam ketakutan dan penderitaan batin untuk beberapa bulan sebelum ia “masuk” ke dalam Kristus. John Bunyan mengalami penderitaan batin yang luar biasa sebelum ia menemukan damai di dalam Kristus. John Wesley bolak-balik menyeberangi Samudera Atlantik dalam keraguan dan kesengsaraan, berjuang “masuk melalui pintu yang sesak itu.” George Whitefield membuat dirinya sendiri kelaparan sampai hampir mati melalui puasa dan berdoa. Sebagai anak seorang pendeta Spurgeon berjuang dengan segala kekuatannya untuk menemukan Kristus ketika masih berumur tujuh belas tahun. Pengalaman pertobatan semua tokoh terkenal ini termasuk di dalamnya usaha keras, kegelisahan, dan konflik, ketika mereka berjuang untuk melalui jalan mereka kepada Yesus. Mengapa ini harus berbeda bagi Anda? Yesus berkata,

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”
      (Lukas 13:24).

Ada lagu pujian lama yang mengatakan,
Berjuanglah dalam pertarungan yang baik dengan segenap kekuatanmu!…
   Pertahankan hidup, dan itu akan menjadi Sukacita dan mahkota kekalmu
   (“Fight the Good Fight With All Thy Might”)
Itu adalah caranya pertobatan sejati terjadi. 

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Matius 7:13-15)

Seringkali kita lihat lukisan-lukisan, di mana ada 2 gambar bersisian, yang satu menggambarkan neraka yang menakutkan, dan satu lagi, gambar yang begitu menyejukkan berbicara mengenai sorga. Gambar yang menuju neraka itu digambarkan jalannya begitu luas seperti jalan tol, dan begitu banyak orang berjalan di jalan itu menuju pintu neraka. Sementara, pintu Sorga digambarkan jalan yang sempit oleh para pelukis dan hanya sedikit orang yang ada di depan pintu gerbang Sorga. Mereka menerjemahkan ke lukisan-lukisan ini dari ayat-ayat yang barusan kita baca.

Itu adalah satu gambaran bahwa untuk masuk ke neraka itu begitu mudah, tapi masuk ke Kerajaan Sorga itu tidak mudah. Pilihan ada di tangan anda ! Pintu yang menuju kebenaran, kehidupan yang kekal, itu adalah pintu yang sempit, pintu yang sesak.

#1 Pintu Kesukaran

Pintu rumah biasanya kira-kira selebar 80-90 cm. Kalau cuma 40-50 cm, tentu susah untuk keluar masuk. Pintu yang sempit itu bicara mengenai sukar, atau kesukaran.

Ada seorang anak muda yang kaya yang datang dan disuruh Yesus untuk menjual semua hartanya, lalu pergi mengikuti Yesus. Anak muda itu tanpa basa-basi lagi langsung mengeloyor, pergi tanpa pamit! Lalu Yesus katakan, alangkah sukarnya seorang kaya masuk ke Kerajaan Sorga, lebih mudah seekor unta untuk masuk lobang jarum!

Bagaimana caranya agar unta bisa masuk melalui pintu lobang jarum alias pintu yang sangat sempit dan hanya muat seekor unta pas-pasan dalam posisi merangkak ?

Pertama, unta itu harus masuk dengan menanggalkan beban yang ada.  Kedua, unta adalah binatang yang jinak, sehingga penarik unta dengan mudah bisa menarik unta itu masuk melalui pintu lobang jarum.

Ini berbicara bahwa waktu kita melepaskan beban-ikatan kita dan kita mau menurut ditarik oleh Tuhan Yesus Kristus, maka Tuhan pun akan mudah menarik kita masuk ke pintu Kerajaan Sorga! Amin! 

Kalau boleh jujur, ada banyak persoalan itu kita alami karena kebodohan kita sendiri, karena kesalahan kita sendiri sehingga hidup kita jadi susah, jadi sukar, pelayanan kita jadi sukar, rumah tangga jadi sukar. Sebenarnya sederhana, semua itu karena kesalahan kita sendiri, kita tidak mau menurut sama Tuhan. Waktu Tuhan sudah pimpin kita, waktu kita mau ikut kata Tuhan, maka perjalanan kita pasti berhasil dan beruntung.

Kita suka mau semaunya sendiri, tidak mau mendengarkan nasihat Tuhan. Berapa banyak rumah tangga-rumah tangga yang semaunya sendiri, tidak mau mendengarkan apa yang Tuhan kehendaki?

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan Allah. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. (Yehezkiel 18:30)

Jangan pernah berkata, “Tuhan yang taruh batu sandungan sehingga perjalanan hidup saya jatuh!” Tuhan tidak pernah menaruh batu sandungan di hadapan Saudara! Yakobus 1:13 katakan, pencobaan-pencobaan itu bukan dari Tuhan. Tuhan tidak kasih batu sandungan agar kita jatuh. Dia mau setiap kita mengalami keberhasilan, mengalami berkat Tuhan. Itu kehendak Tuhan dalam hidup kita! Dia mau kita hidup yang sehat, tapi karena kesalahan kita sendiri sehingga kita mengalami sakit.

Batu sandungan dalam bahasa Yunani, “skandalon”, adalah akar kata dari bahasa Indonesia, “skandal”.
Tuhan tidak mau hidup kita ada batu sandungan. Kita jatuh biasanya bukan karena batu sandungan yang besar, tapi batu sandungan yang kecil! Walau kecil, tapi batu itu bisa menjatuhkan kita. Karena itu, peka akan Roh Kudus, berjaga-jaga dan berdoa, supaya kita waspada, dan perjalanan kita berhasil dan beruntung.

Firman Tuhan katakan, “Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.” (Yehezkiel 18:30b)

Berbuat dosa artinya membelakangi hadirat Tuhan. Waktu bertobat, sadar akan kesalahan, kita berbalik ke arah hadirat Tuhan. Tapi itu belum selesai, kita harus melangkah, berjalan menghampiri hadirat Tuhan!

Seperti anak bungsu yang hilang, setelah habis hartanya, dia sadar salah, dia bertobat, dan bukan cuma itu, dia datang kembali dan menghampiri Bapanya, dan minta ampun pada Bapanya. Kita tidak bisa hanya berkata “Saya bertobat, ” lalu hanya diam di tempat. Kita harus melangkah melakukan kebenaran. Waktu kita lakukan itu, perjalanan kita pasti diberkati.

#2 Pintu yang eksklusif

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9)

Ada 7 kata Aku dalam Injil Yohanes. Dan perkataan “Akulah pintu” ini, adalah urutan ketiga.
Hal kedua berbicara sesuatu yang eksklusif. Pintu untuk masuk ke Kerajaan Sorga itu eksklusif, hanyalah melalui Tuhan Yesus. Saudara, Tuhan sudah membukakan pintu penuaian, mujizat, dan berkat bagi kita. Sekarang kita sedang memasuki pintu yang baru dan satu tahun di mana tahun ini adalah tahun yang penuh berkat dan mujizat Tuhan yang berlimpah. Baca sekali lagi ayat Firman Tuhan dalam Yohanes 10:9. Kita perlu merenung sebentar, apakah kita ini sudah memiliki hati yang eksklusif, yaitu menjadi orang yang pasti masuk Sorga?

Saya membaca sebuah kesaksian dari seorang hamba Tuhan yang memberikan pesan Tuhan untuk disampaikan kepada jemaat, “Ada banyak umat-Ku pergi ke Gereja, beribadah ke Gereja, tapi sebetulnya hidupnya jauh daripada perkenanan-Ku. Ini terus terngiang-ngiang bagi saya, mengingatkan buat kita bahwa Tuhan melihat banyak orang Kristen yang belum menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh.

Lalu saya dapatkan sebuah ayat yang mengingatkan dalam hidup saya, dari Yohanes 3:4, Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
2 hal penting dari ayat ini adalah air dan Roh. Ini adalah baptisan selam dan baptisan roh kudus.

#3 Kesempatan masih ada

Rupanya pintu itu punya waktu buka dan kapan waktu tutupnya, ada time limit nya, seperti dalam kisah 5 gadis yang bijaksana dan yang bodoh. Kesempatan masih diberikan oleh Tuhan. Kesempatan masih ada, untuk itu pergunakan dengan baik setiap kesempatan yang ada. Kita mau menjadi orang yang sungguh-sungguh di dalam nama Tuhan, supaya kita mendapatkan berkat Tuhan yang seutuhnya.

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “BERJUANGLAH untuk masuk melalui pintu yang SESAK itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 

Ketika ada seorang bertanya kepada Yesus tentang jumlah orang yang diselamatkan, Yesus tidak menjawab dengan jumlah. Melainkan menjawab dengan sebuah KONDISI yang harus dipenuhi. Ini berarti Tuhan Yesus sendiri tidak tahu dengan tepat berapa kira-kira orang-orang yang selamat. Ini berarti Tuhan tidak menentukan keselamatan seseorang. Ada suatu kondisi yang harus dipenuhi agar orang dapat selamat. Yaitu masuk melalui pintu yang sesak dan berjalan melalui jalan yang sempit. Ini sebuah pilihan hidup. Dan ini tidak mudah, karena ternyata banyak orang telah berusaha, namun gagal. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berkata “BERJUANGLAH”. Kata berjuang disini berasal dari bahasa Yunani agōnizomai (ἀγωνίζομαι) yang berarti perjuangan, peperangan, pertarungan. Jadi untuk memperoleh keselamatan itu tidak mudah, dan harus melalui sebuah pertarungan hidup. Hidup seturut kehendak-Nya dan meninggalkan semua tabiat lama yang membawa pada kebinasaan.

BERJUANGLAH!! Ini tidak mudah. Perlu kemauan yang gigih. Ini tidak menyenangkan. Namun jika engkau mau, engkau pasti bisa.  Sebenarnya kita mampu melepaskan semua tabiat dosa kita. Namun banyak yang sengaja tidak mau melepaskannya. Jika mau dan dipaksa dengan serius pasti bisa !
Oleh sebab itu sekali lagi, saya mengulangi perkataan Tuhan Yesus. BERJUANGLAH!! … BERTEMPURLAH!! … BERTARUNGLAH!! Melawan keinginan dagingmu dan engkau pasti menang dan mampu memenuhi kondisi yang Tuhan Yesus tetapkan. Masuklah melalui pintu yang sesak dan berjalanlah melalui jalan yang sempit.
Tuhan Yesus memberkati …

sumber : http://berjagajaga.wordpress.com/

Popular posts from this blog

Kedewasaan Iman

VISI dan MISI Grace of Christ Community Church

Nama Yesus adalah Kekuatan dan Kuasa bagi kita